Rabu, 17 September 2014 
 » Majalah Kontak     Sosial
 » Agenda Kegiatan
 » Berita Terkini
 » Gallery Foto
 » Produk Unggulan
 » Bursa Kesos
 » Data PMKS
 » Data PSKS
 » Data UPT
 » Data Panti
 » Data SLT Gakin
 

Isi Buku Tamu



Home   Tentang Kami Kontak Layanan Kemitraan Organisasi UPT Profil
Untitled Document

TEST

 
PSAB Sidoarjo lepas 15 Balita untuk diadopsi. 
Dikirim: tofan [ 28/2/2010 ]
 
Sebanyak 15 Balita yang selama ini menghuni Panti Sosial Asuhan Balita (PSAB) Sidoarjo akhirnya diadopsi oleh Orang tua Asuh. Pelepasan Balita ke Orang Tua ini langsung dilakukan oleh Drs. FAHRUR ROZI SYATA,M.Si, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur

Fahrur Rozi mengatakan, selama ini tanggung jawab utama PSAB adalah mengatasi masalah sosial terutama anak balita terlantar. Tugasnya antara lain, memberikan perlinduyngan kepada anak agar tumbuh kembang dan menjaga kelangsungan hidupnya. Sebab, lanjut Rozi, anak yang tumbuh kembang dengan wajar akan menjadi potensi dan bibit sehingga nantinya dapat membantu penyelesaian masalah sosial.

“Semakin banyak balita terlantar, maka di masa mendatang permasalahan sosial yang dihadapi akan semakin berat, sehingga melalui proses adopsi ini, kami berharap kepada orang tua yang hendak mengasuh dapat memberikan pemenuhan kebutuhan anak” tuturnya

Para balita asuhan yang diadopsi ini adalah anak-anak yang kurang beruntung. Dalam cacatan biodatanya, keberadaan si anak tidak diharapkan kehadirannya oleh orang tua yang melahirkannya, sehingga dianggap menjadi beban dan akhirnya ditelantarkan. Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, melalui PSAB Sidoarjo kemudian mengasuh, merawat serta menyediakan berbagai kebutuhan anak sehingga di panti ini, anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Para Balita ini kemudian banyak diadopsi oleh orang tua yang menghendaki, para Calon Orang Tua Angkat (CATA) tersebut mendatangi PSAB Sidoarjo untuk melakukan adopsi. “ kami menyambut baik orang tua angkat yang menyediakan diri untuk mengasuh para Balita ini, sebab Anak adalah Karunia ALLAH SWT, dan merupakan tunas dan potensi generasi penerus bangsa. Eksistensi balita menjadi anak generasi penerus bangsa perlu adanya pemenuhan hak dan kebutuhan anak, mudah-mudahan Balita yang diadopsi ini kelak menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan Negara” tutur Rozi disambut tepuk tangan seluruh orang tua angkat.

Sementara itu, Dra Amelia Rozanty, Kepala UPT PSAB Sidoarjo mengatakan proses adopsi ini telah sesuai dengan PP 54 tentang pengangkatan Anak dan UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak serta SK Gubenur no 460/33/102.005/2010 yang berisi tentang penunjukan UPT PSAB untuk menyelenggarakan pangangkatan anak di Jawa Timur.

Mekanisme proses adopsi dilakukan oleh Panitia Pertimbangan Pengambilan Anak (PIPA). Ada sejumlah lembaga yang tegabung dalam PIPA yakni Dinas Sosial Propinsi Jatim, Kepolisian, Pengadilan, Komisi Perlindungan Anak, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Dengan adanya PIPA, lanjut Amelia Roza, maka setiap keluarga yang hendak mengadopsi balita tidak akan begitu saja bisa mengadopsi. Proses adopsi terhadap Balita ini tidak mudah sebab ada beberapa parameter yang digunakan untuk menentukan kelayakan orang tua Asuh. Misalnya: mampu secara finansial.

“Selama 6 bulan paska adopsi, kami terus melakukan evaluasi kepada orang tua angkat, yakni kegiatan monitoring terhadap kondisi balita, jika ada penyimpangan terhadap kesepakatan MoU yang sudah ditanda tangani bersama, maka PSAB berhak mengambil kembali bayi tersebut” tutur Dra Amelia Rozanty usai penandatangan MoU antara PSAB Sidoarjo dengan orang tua angkat. (tofan ardi)

Proses Adopsi

1. Mengajudkan permohonan ke Kepala Dinas Sosial Propinsi Jatim dengan melampirkan KTP, KSK, Pernyataan kesanggupan mengadopsi anak, Surat Nikah, Akte kelahiran anak bila mempunyai orang tua dan surat keterangan lahir dari bidan atau rumah sakit.
2. Minimal usia 30 – 50 tahun
3. Minimal 5 tahun menikah (bukti surat nikah)
4. Belum mempunyai anak atau hanya 1 atau bukti surat dari dokter kandungan bila tidak punya anak.
5.Seagama dengan anak yang diadopsi
6.SKCK dari Kepolisian
7.Surat Kesehatan dari dokter
Setelah persyaratan terpenuhi Peksos akan melakukan home visit untuk mengetahui kelayakan calon adoptan. Hasil tersebut dilaporkan ke Tim PIPA.

Kembali Ke Index Berita

Arsip Berita
PSAB Sidoarjo lepas 15 Balita untuk diadopsi.
Mensos RI Resmikan Rumah PINTAR LMI
LOMBA PENULISAN JURNALIS DAN FOTO (UNTUK UMUM)
Ziarah Wisata Kepahlawanan di Nganjuk
Bersinergi Untuk Peduli (Pemerintah dan Dunia Usaha)
Penyuluhan 30 TKSK Pamekasan Sebagai FrontLiner Kesejahteraan Sosial
Membangkitkan Sikap Kesetiakawanan Sosial
Peran aktif Dinsos JATIM di ajang KSN Expo 2009
Penyaluran Bantuan untuk Warga Miskin dan Komunitas Adat Terpencil di Kab. PACITAN
Pemberdayaan KUBE Melalui Usaha Produktif
Sukses Menangani Anak Jalanan
Kadinsos Jatim serahkan bingkisan Lebaran bagi Lansia
Pemberian Bantuan Sosial Kepada Penderita Kusta di Nganget, Tuban.
Sosialisasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial
Pengawasan Program Pengentasan Kemiskinan
Transformasi Nilai Kepahlawanan Kepada Generasi Muda
Penyaluran Program Bantuan 3,3 Miliar untuk Penderita Cacat Seumur Hidup
Jamsos 1,9 Miliar untuk Lansia
Kerja Bhakti Sebagai Bagian Dari Pelestarian Nilai Kepahlawanan
Meneladani Semangat Kepahlawanan Sebagai Soko Guru Kesetiakawanan Sosial
 
[ Arsip Berita Lengkap ]

Copyright © 2002-2009 Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur
Designed by Media Jifisa Corp